Search This Blog

Thursday, January 28, 2016

Mengenali Amandel

[Serial KHT Online] Kuliah Herba Thibbunnabawi


Penderita amandel bukan hanya remaja atau anak anak tetapi juga dewasa semuanya beresiko apalagi mereka yang tidak melakukan hidup sehat.

Sebaiknya kita semua tahu akan gejala awal ciri-ciri penyakit amandel yang berbahaya ini.

Radang amandel (tonsillitis) adalah infeksi pada amandel yang kadang mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam.

Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan (odinofagi), dan tidak jarang disertai demam.

Sedangkan yang sudah menahun biasanya tidak nyeri menelan, tapi jika ukurannya cukup besar (hipertrofi) akan menyebabkan kesulitan menelan (disfagia).

Penyebab utama dari amandel adalah makanan, karena amandel 70% disebabkan oleh makanan.

Adapun makanan yang biasa menyebabkan amandel contohnya gorengan, makanan pedas, gurih-gurih, berpenyedap rasa, minuman dingin, makanan berminyak, dan semua itu bisa memicu untuk berkembangnya bakteri pada kerongkongan.

Amandel merupakan salah satu bentuk kelenjar getah bening yaitu sebagai pusat perlawanan terhadap infeksi maka dari itu sangat penting sekali menjaga kesehatan amandel dengan memahami mengenai ciri ciri penyakit amandel untuk mengurangi resiko dan hal buruk terjadi.

CIRI-CIRI PENYAKIT AMANDEL
Berikut ciri-ciri penyakit amandel, yang harus diwaspadi sejak dini untuk pencegahan:

● Merah dan / atau bengkak amandel

● Putih atau kuning patch pada amandel

● Tender, kaku, dan / atau leher bengkak.

● Sakit tenggorokan, otalgia, panas dingin
batuk, sakit kepala, sakit mata, tubuh sakit
sulit menelan makanan, demam, hidung mampet.

Amandel akut disebabkan oleh bakteri dan virus dan akan disertai dengan gejala sakit telinga saat menelan, bau mulut, dan air liur bersama dengan radang tenggorokan dan demam.

Dalam hal ini, permukaan tonsil mungkin merah cerah atau memiliki lapisan putih keabu-abuan, sedangkan kelenjar getah bening di leher akan membengkak.

PENCEGAHAN ALAMI TANPA OPERASI
Dalam mencegah penyakit kelenjar kita harus melakukan " GAYA HIDUP SEHAT "

Saat sakit sebaiknya makanannya bubur, sayuran yang tidak keras, jangan makan makanan yang harus mengunyah berat, agar tidak sulit ketika menelannya.

Sedangkan makanan yang harus dihindari untuk mencegah penyakit amandel adalah:

● Makanan berminyak
● Minum yang dingin-dingin
● Durian, nangka
● Minuman bersoda
● Makanan, asam pedas, lada

Pengobatan dengan herba akan lebih efektif.

Disarankan konsumsi:
* SPIRULINA 3x3 kapsul
* MADU ASLI 3x2 sdm
* GAMAT 2x2 kapsul
* PROCUMIN dikunyah 2x2 softgel
* ANDROGRAPHIS 2x1 kapsul

Cara minum MADUnya jangan dicairkan agar bisa menempel di amandelnya untuk mempercepat penyembuhan luka pada amandel.

<--------
CP. Sajimin|085645674929|081216667632|http://hpai-blogspot.co.id
-------------------->

Saturday, December 19, 2015

Pembalut Herba HPAI

Pembalut dari bahan baku kapas berkualitas tinggi, tidak mudah tembus, mengandung berbagai jenis herbal alami yang mempunyai khasiat tinggi dengan menggunakan “Bio Teknologi”.


MANFAAT
  • Mengatasi Keputihan.
  • Menghilangkan bau tidak sedap, gatal-gatal.
  • Membasmi kuman dan bakteri di organ kewanitaan.
  • Mengatasi nyeri haid dan membantu haid lebih teratur.
  • Mengatasi Inveksi pada Vagina karena bakteri.
  • Mencegah : Kanker Serviks, Myom, Kista, Kanker Rahim dan Kanker Payudara.
  • Mempercepat pengeluaran sisa darah nifas, bagi yang baru melahirkan.

KETEBALAN
HIBIS memiliki ketebalan 1 mm sehingga tidak mengganggu aktivitas wanita yang menggunakannya.

KEMASAN
Kemasan pembalut HIBIS terbuat dari alumunium foil dengan sistem flip-off. Sehingga bila kita mengambil pembalut di dalamnya maka sisa pembalut tetap higienis dan kuman/bakteri tidak dapat masuk karena kemasannya dapat ditutup kembali.

LAPISAN
Lapisan 01 : Kain kapas yang lembut dan halus dibuat khusus dengan dianyam sehingga mampu menyerap dengan cepat serta dapat menahan/ menjaga permukaan agar cepat kering. Dan dilengkapi dengan water proof untuk mencegah cairan tembus.
Lapisan 02 : Kapas lembut yang tidak mengandung zat kimia. Sifatnya mudah menyerap cairan dan dapat berfungsi untuk menyerap bakteri dan jamur sehingga tidak menginfeksi organ, selain itu juga dapat mencegah cairan merembes cairan keluar.
Lapisan 03 : SAP (Super Absorbent polimer) berbahan dasar alami yang nantinya akan berubah menjadi gel. Berbentuk lembaran perpori dan higienis. Berfungsi untuk menyerap dan menahan cairan keluar ke pembalut.
Lapisan 04 : PU Film (Poly Urethane) lembaran luar berpori, higienis. Beroksigen sehingga pembalut tidak lembab dan basah pada saat digunakan. Bersifat elastis dan di lengkapi dengan lem perekat khusus yang kuat, sehingga mencegah pembalut berkerut dan wanita bebas bergerak. Lem perekat ini aman dan mudah di lepas bila digunakan di pakaian dalam.

KANDUNGAN HERBA
  • ALOE VERA : Menghambat reaksi radang, Mengurangi rasa panas, Menjaga kelembaban
  • HERBA MENTHAE : Membuat sejuk/dingin dan nyaman, Menghilangkan gatal-gatal, Mengurangi rasa sakit
  • YIMUCAU : Memperlancar siklus haid, Mengurangi pembengkakan
  • BORNEO CAMPHOR : Mengurangi pembekakan, Mengurangi rasa sakit, Memberi efek menyegarkan, Anti bakteri
  • HOUTTUYNIA CORDATA : Mengurangi rasa panas, Mengurangi peradangan, Anti iritasi
  • LAVENDULA : Menambah aroma menyenangkan, Menormalkan menstruasi yang berlebihan.

HIBIS PEMBALUT SEHAT DENGAN HERBAL ALAMI

Kode : 360/100
Isi : Pembalut : 20 pack @4 pembalut | Pantyliner : 20 pack @10 panty

CP: wa/tg 085645674929

Monday, November 30, 2015

Belajar Alquran

Sebaik-baik Kalian adalah Orang yang Mempelajari Al-quran dan Mengajarkannya

Hadits Bukhari 4639

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ قَالَ وَأَقْرَأَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ حَتَّى كَانَ الْحَجَّاجُ قَالَ وَذَاكَ الَّذِي أَقْعَدَنِي مَقْعَدِي هَذَا
Orang yg paling baik di antara kalian adl seorang yg belajar Al Qur`an & mengajarkannya. Abu Abdirrahman membacakan (Al Qur`an) pada masa Utsman hingga Hajjaj pun berkata, Dan hal itulah yg menjadikanku duduk di tempat dudukku ini. [HR. Bukhari No.4639].

Hadits Bukhari No.4639 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Minhal] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata, Telah mengabarkan kepadaku ['Alqamah bin Martsad] Aku mendengar [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Utsman] radliallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya." Abu Abdirrahman membacakan (Al Qur`an) pada masa Utsman hingga Hajjaj pun berkata, "Dan hal itulah yang menjadikanku duduk di tempat dudukku ini."]]]

Hadits Bukhari 4640

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Orang yg paling utama di antara kalian adl seorang yg belajar Al Qur`an & mengajarkannya. [HR. Bukhari No.4640].

Hadits Bukhari No.4640 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Alqamah bin Martsad] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Utsman bin 'Affan] ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang paling utama di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya."]]]

Hadits Bukhari 4641

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ إِنَّهَا قَدْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا لِي فِي النِّسَاءِ مِنْ حَاجَةٍ فَقَالَ رَجُلٌ زَوِّجْنِيهَا قَالَ أَعْطِهَا ثَوْبًا قَالَ لَا أَجِدُ قَالَ أَعْطِهَا وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ فَاعْتَلَّ لَهُ فَقَالَ مَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ قَالَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَقَدْ زَوَّجْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ
Aku tak berhasrat terhadap wanita itu. Tiba-tiba seorang laki-laki berkata, Nikahkanlah aku dengannya. Beliau bersabda:
Berikanlah mahar (berupa) pakaian padanya. Laki-laki itu berkata, Aku tak punya. Beliau pun bersabda kembali, Berikanlah meskipun hanya berupa cincin besi. Ternyata ia pun tak punya. Kemudian beliau bertanya, Apakah kamu memiliki hafalan Al Qur`an?
laki-laki itu menjawab, Ya, surat ini & ini. Maka beliau bersabda:
Aku telah menikahkanmu dgn wanita itu, dgn mahar hafalan Al Qur`anmu. [HR. Bukhari No.4641].

Hadits Bukhari No.4641 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Amru bin 'Aun] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Abu Hazim] dari [Sahl bin Sa'd] ia berkata; Seorang wanita mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata bahwasanya, ia telah menyerahkan dirinya untuk Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau bersabda: "Aku tidak berhasrat terhadap wanita itu." Tiba-tiba seorang laki-laki berkata, "Nikahkanlah aku dengannya." Beliau bersabda: "Berikanlah mahar (berupa) pakaian padanya." Laki-laki itu berkata, "Aku tidak punya." Beliau pun bersabda kembali, "Berikanlah meskipun hanya berupa cincin besi." Ternyata ia pun tak punya. Kemudian beliau bertanya, "Apakah kamu memiliki hafalan Al Qur`an?" laki-laki itu menjawab, "Ya, surat ini dan ini." Maka beliau bersabda: "Aku telah menikahkanmu dengan wanita itu, dengan mahar hafalan Al Qur`anmu."]]]. Sumber: Mutiara Hadits

Saturday, November 28, 2015

Sikap Tawadhu

[HPAI Motivasi Ruhiyah]

"Sikap Tawadhu"

[1] Sikap Tawadhu adalah merasa bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang lain.

Ketika ia melihat orang kafir yang baru masuk Islam, ia mengatakan betapa beruntungnya orang tersebut. Dosa dosanya hapus laksana seorang bayi yang baru lahir. Sedangkan saya begitu banyak bergelimang dosa.

Ketika ia melihat orang yang sudah tua, ia berkata bahwa betapa beruntungnya dia. Ia begitu banyak pahala dengan ibadah-ibadahnya, sedangkan aku masih banyak bergelimangan dengan dunia.

Ketika ia melihat ada seorang pemuda yang rajin beribadah, ia berkata betapa beruntungnya dia masih muda sudah rajin ibadah, betapa besar pahalanya. Ia sudah mengumpulkan kebaikan kebaikan hingga hari tuanya. Sedangkan sisa usiaku untuk beribadah tinggal sedikit.

Ketika ia melihat orang fajir yang banyak maksiat maka ia berkata, bisa jadi dia lebih baik dari aku, bisa jadi ia bertaubat hingga Allah mengampuni semua dosa. Sedangkan akupun tiada yg menjamin bisa husnul khotimah.

Ketika melihat orang yang berilmu dia berkata, betapa beruntungnya ia bisa berilmu dan dekat dengan Tuhan.

Ketika ia melihat orang bodoh ia pun berkata betapa beruntungnya dia tidak berilmu, bisa jadi Allah mengampuninya, sedangkan aku Allah memberikan banyak ilmu tapi banyak tidak mengamalkan.


[2] Seorang yang Tawadhu tidak pernah melihat orang lain rendah.

Ketika ia melihat tukang sampah, ia mengatakan bahwa akulah tukang sampah, akulah orang yang menyampah, sedangkan dia adalah tukang kebersihan yang mulia.

Ketika ia mendapatkan staf atau bawahan yang sangat mengesalkan, ia pun tetap tersenyum saja, ia mengatakan bahwa bisa jadi orang itu Allah turunkan untuknya, untuk melatih kesabarannya. Justru itulah nilai mahal dari orang tersebut dan ia perlu berterima kasih atasnya.

Ketika ada orang lain mencacinya atau mencelanya, ia tidak marah bahkan tersenyum. Dan ia berkata, bisa jadi diriku sebenarnya lebih buruk dari cacian dan makiannya.

Ketika ada orang yang memujinya, ia tidak lantas berbangga hati dan sombong. Ia berkata bisa jadi penilaian Allah atasku tidak seperti itu. Sebenarnya aku tidak pantas mendapatkan pujian tersebut.


[3] Sikap Tawadhu inilah awal dari kebaikan-kebaikan.

Ketika ia melihat orang lain, ia merasa orang tersebut bisa jadi, lebih baik dari dirinya, dan ia tidak merasa bahwa ia lebih baik dari orang lain tersebut.

Maka ia akan menghormati orang lain, akan menghargai orang lain, bisa mendengar kebaikan dari orang lain.

Wallahu a’lam. (agungy)



Thursday, September 3, 2015

Profil HPAI

PROFIL
PT Herba Penawar Alwahida Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai HPAI, merupakan salah satu perusahaan Bisnis Halal Network di Indonesia yang fokus pada produk-produk herbal. HPAI, sesuai dengan akta pendirian Perusahaan, secara resmi didirikan pada tanggal 19 Maret 2012.
Pendirian HPAI diprakarsai oleh 18 orang Muslim yang merupakan para pakar bisnis sekaligus pakar herbal, yaitu
  1. H. Agung Yulianto, SE.Ak, M.Kom
  2. H. Rofik Hananto, SE
  3. H. Muslim M. Yatim, Lc
  4. Erwin Chandra Kelana, ST
  5. Supriyono, ST
  6. H. Muhammad Iwan, S.Pd
  7. Zulchaidir B. Firly Ramly, S.Si
  8. Helmi Herdianto
  9. Wisnu Wijaya Adi Putra, ST
  10. Syafruddin, S.Pd
  1. Ari Maryadi
  2. Ir. Rudi Yanto
  3. Anton Slamet, ST
  4. Barjana, S.Ag
  5. Bagus Hernowo, S.Pd
  6. Adi Suprapto, SE
  7. Sudarmadi
  8. Amin Sugiharto, SE
HPAI dibangun dari perjuangan panjang yang bertujuan menjayakan produk-produk halal dan berkualitas berazaskan Thibbunnabawi, serta dalam rangka membumikan, memajukan, dan mengaktualisasikan ekonomi Islam di Indonesia melalui enterpreneurship.
PIMPINAN
Dewan Syariah : 
  • DR. H. Mawardi Muhammad Saleh, MA
  • Prof. Drs. H. M. Nahar Nahrawi, SH, MM (BPH DSN-MUI)
  • Dr. H. Endy M. Astiwara, MA, AAAIJ, FIIS (BPH DSN-MUI)
Dewan Komisaris :
  • H. Muslim M. Yatim, Lc (Komisaris Utama)
  • Erwin Chandra Kelana, ST (Komisaris)
Dewan Direksi :
  • H. Agung Yulianto, SE, Ak. M.Kom (Direktur Utama)
  • H. Rofik Hananto, SE (Direktur)
  • Supriyono, ST (Direktur)
MOTTO
Produk Halal Tanggung Jawab Bersama
VISI
Menjadi Referensi Utama Produk Halal Berkualitas

MISI
Menjadi perusahaan jaringan pemasaran papan atas kebanggaan Ummat Menjadi wadah perjuangan penyediaan Produk Halal bagi ummat Islam Menghasilkan pengusaha-pengusaha muslim yang dapat dibanggakan, baik sebagai pemasar, pembangun jaringan maupun produsen.

Wednesday, September 2, 2015

KENAPA SEHARI SEJUZ ? KENAPA ODOJ ?

Nampaknya ini pertanyaan yang masih menggelitik banyak orang. Banyak muslim. Mungkin membuat minder sebagian orang. Atau bahkan menyemangati sebagian lainnya. Terutama para muslim. Mari kita lihat dengan sederhana. Sesederhana mengaji sehari sejuz. Sesederhana keinginan dekat dengan Al Qur'an. Sesederhana keinginan meraih berkah dari Allah SWT. 

Mari kita berlogika. 
Baca Al Qur'an dengan didahului berwudhu maka satu huruf sepuluh kebaikan. 
Maka sepuluh keberkahan. Semisal Surat Al Ikhlas yang hanya sebaris. Ada kurang lebih 47 huruf. Baca Al Ikhlas saja 470 kebaikan. 
MasyaAllah. 

Lalu ? Ok..gini. Kalau seandainya satu baris rata2 50 kebaikan. Satu halaman Al Qur'an kurang lebih 15 baris. Satu juz kurang lebih 20 halaman. Maka 50 kebaikan x 15 x 20. Sama dengan 15.000 kebaikan. Banyak ya... MasyaAllah.. Ingat saudara2.. Allah ga pernah hitung2an. InsyaAllah malah diberikan lebih dari 15.000 keberkahan. Apalagi di bulan Ramadhan. Dilipatgandakan. 

Trus kenapa kita harus itung2an ? 
Modalnya apa ? Sederhana. Niat yang ikhlas. Agar terhindar dari riya Innamal a'malu binniat. Bab 1 Riyadhusshalihin. Segala amal berawal dari niat. Lalu kenapa masih berat memperbanyak amal ? Kalau balasannya melimpah ruah. Tidak dituntut menghafal. Hanya membaca saja. Tahapan pertama dari Ma'rifatul Qur'an. 

ODOJ tidak pernah mewajibkan anggotanya sehari sejuz. Hanya mengajak istiqomah tilawah sehari sejuz. Bahkan yang belum bisa sehari sejuz bisa mengikuti One Day Half Juz. Pelatihan tilawah sehari setengah juz. Hanya 5 lembar. Bahkan untuk anak-anak ada One Day One Lembar. 

Bahkan Rasulullah menganjurkan. Khatamkanlah Al Qur'an dalam satu bulan. Hadits Imam Bukhari. Al Qur'an 30 juz. Satu bulan rata2 30 hari. Maka 1 hari 1 juz. Hitungan sederhana. 

Lalu kenapa masih berat diikuti ? "Kan..saya sibuk banget.." Subhanallah...masih itung2an dengan Allah ? Hari ini kita sudah diberi nikmat hidup lagi. Masih diberi oksigen gratis tanpa bayar. Waktu kita kerja rata2 8 jam sehari. Istirahat 7-8 jam sehari. Masih ada 8 jam lagi. Bisa diatur untuk memperbanyak amal. Kembali ke niat dan kemauan. 

"Kan...saya belum lancar baca Al Qur'an" Subhanallah..mau sampai kapan ? Salah satu Rukun Iman adalah Iman Kepada Kitab Allah. Tidak cukup hanya dengan meyakini. Tapi juga mendekatkan diri. Lebih baik lagi mentadabburi. Masih banyak waktu melancarkan bacaan. Tersebar dimana-mana Rumah Tahsin Qur'an. Atau belajar dengan ustadz yang berpengalaman. Sekurangnya dekati yang sudah lancar bacaan. Keinginan ODOJ sangat sederhana. Agar seluruh muslim Indonesia dekat dengan Al Qur'annya. 

Indonesia berpenduduk 240 juta jiwa. 80% adalah penduduk muslim bersaudara. Menurun selama satu dasawarsa yg sebelumnya 90% saja. Maka 200 juta jiwa muslim perlu dekat dengan kitabnya. Agar teraih keberkahan dan terbaikinya akhlak masyarakat Indonesia. Ini sudah otomatis, saudara. Karena Al Qur'an langsung dari Sang Maha Kuasa. Terbentuk masyarakat Qur'ani sungguh indahnya. Apalagi semakin bertambah penghafal dan pengamalnya. 

Lalu ? Kenapa ODOJ ?
Jawabannya kenapa tidak ? 
Di komunitas ini tidak hanya tilawah. Tapi juga menjalin silaturahim. Saling kenal dan saling sapa. 
Padahal belum pernah tatap muka. Itulah kecanggihan sosial media. 
Juga saling mengingatkan. Terutama pada yang tilawahnya terlalaikan. Amal Jama'i. Tidak cukup sampai disana. Didalamnya anak muda kreatif yang siap mengawal ODOJ sepanjang masa. Allahummarhamna bil Qur'an. Sederhana bukan ? @rickyadrinaldi

Sunday, July 26, 2015

Paradigma Sukses Bisnis HPAI

Sukses bisnis di halal network HPAI sangat ditentukan:

  • Prosentase level pangkat yang tinggi
  • Omset bisnis jaringan yang besar
  • Prestasi yang tepat (Cara Kerja Yang Benar)
Mari kita ikuti slide di bawah ini.

Bisnis Bersama HNI

Bisnis Bersama HNI Merupakan sebuah kebiasaan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dimana hal itu bisa menjadikan kita memiliki sebuah bisn...